Ensiklopedia 4 "AKUNTANSI KEUANGAN"

 AKUNTANSI KEUANGAN 

Akuntansi Keuangan dan  Kerakteristiknya

Apabila dikategorikan dari sisi penggunaan informasinya, akuntansi dibagi menjadi 2, yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Menurut (Martani, 2016, p. 8), akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang membahas penyusunan laporan keuangan untuk pengguna eksternal. Adapun akuntansi manajemen, adalah akuntansi yang berfokus pada tujuan internal entitas. Hal ini menunjukan bahwa akuntansi keuangan berkaitan dengan segala bentuk proses pembuatan laporan keuangan untuk tujuan umum. Artinya, orientasi utama dari akuntansi keuangan adalah pelaporan akuntansi kepada pihak eksternal. Pihak eksternal dalam hal ini diantaranya investor, pemerintah, perbankan, dan lain sebagainnya. Atas dasar itu, akuntansi keuangan terikat dengan standar akuntansi. Dimana, standar tersebut dibuat agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipahami oleh para pihak eksternal tersebut. Berbeda dengan akuntansi manajemen yang lebih kepada pemberian informasi kepada pihak internal.

Fungsi Utama Akuntansi Keuangan 

Akuntansi keuangan mempunyai fungsi utama yaitu memberikan informasi terkait dengan kondisi keuangan suatu perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan yang dibuat sehingga akan memunculkan setiap perubahan dari setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan tersebut. Dengan demikian informasi keuangan suatu perusahaan akan sangat berguna sebagai pengambilan keputusan pihak manajemen yang dapat mempengaruhi keadaan perusahaan kedepannya. Selain perusahaan, akuntansi keuangan juga dapat digunakan pada usaha mikro, kecil, maupun menengah seperti UMKM melalui pendekatan praktis dan teoritis yang dijabarkan pada buku Akuntansi Keuangan UMKM Pendekatan Praktis.

Tujuan Pelaporan Keuangan

Hasil atau outcome dari proses akuntansi adalah tersedianya laporan keuangan yang kredibel dan akuntabel. Kredibel maksudnya adalah dapat dipercaya, artinya laporan keuangan yang disajikan benar-benar menunjukan nilai-nilai sebenarnya dari akun-akun yang tersedia. Adapun akuntabel maksudnya adalah informasi yang ada dalam laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan setiap sumbernya karena tersediannya bukti transaksi fisik yang otentik.

 Menurut (Kieso, 2015), tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan, 1) Informasi yang berguna dalam membuat keputusan investasi dan kredit, 2) Informasi yang beguna dalam menilai prospek arus kas masa depan, dan 3) Informasi mengenai sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan di dalamnya.

Dari ketiga tujuan pelaporan keuangan tersebut, dapat dipahami bahwa laporan keuangan yang dibuat harus dapat menunjukan ukuran likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan. Sebab, informasi laporan keuangannya akan digunakan oleh pihak eksternal, maka pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.

 Dengan ukuran membaca laporan keuangan, investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya akan mudah dalam menilai jumlah, penetapan waku, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penebusan, atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman. Di samping itu, investor dan kreditur juga dapat dengan jelas melihat sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut. Dengan kata lain, adalah arus kas yang akan didapatkan perusahaan di masa yang akan datang dapat terprediksi dengan baik.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah yang standar akuntansi yang dianggap sangat relevan jika diterapkan di Indonesia. Standar ini disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang sebelum tahun 1998 dikenal sebagai Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). DSAK sendiri, merupakan bentukan dari organisasi profesi yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Mengingat kebutuhan akan informasi akuntansi yang berkembang dan terus berubah-ubah, maka PSAK juga mengalami perubahan-perubahan yang mengadaptasi pada standar akuntansi keuangan yang berada di atasnya, yaitu IFRS. Dalam hal penyusunan PSAK, DSAK dibantu atau diberi masukan oleh Dewan konsultatif Standar Akutansi keuangan (DKSAK) yang juga dibentuk oleh IAI.

PSAK merupakan standar akuntansi yang wajib digunakan oleh perusahaan-perusahaan go publik di Indonesia. Oleh karena itu, meskipun perusahaannya adalah perusahaan multi nasional, apabila beroperasi di Indonesia, maka laporan keuangannya harus tetap mengacu pada PSAK, tidak perlu menggunakan IFRS. 

Alasannya adalah, PSAK sudah disusun dengan menyesuaikan IFRS. Oleh karena itu dengan menggunakan PSAK sebagai acuan pembuatan laporan keuangannya, maka secara tidak langsung perusahaan-perusahaan go publik di Indonesia juga sudah ikut menerapkan IFRS. Meski tentu saja, tidak semua poin IFRS diadopsi ke dalam PSAK. Sebagai contoh, DSAK IAI telah menerbitkan PSAK non-IFRS yaitu PSAK 28, PSAK 38, serta PSAK 45. 

Namun demikian, apabila perusahaan go publik Indonesia hendak melantai di bursa efek tingkat internasional, tentu harus menyesuaikan penggunaan standar akuntansinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Uni Eropa misalnya, mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal Eropa untuk menggunakan IFRS. Oleh karena itu, apabila ada perusahaan Indonesia yang ingin melantai di bursa efek Eropa, tentu harus menggunakan IFRS sebagai standar akuntansinya.

SAK ETAP

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah standar akuntansi yang digunakan oleh entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Maksud dari tidak memilikiakuntabilitas publik signifikan yaitu tidak atau belum terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan entitas tersebut tidak atau belum memiliki aset untuk sekelompok besar masyarakat.Sementara maksud dari membuat laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal yaitu apabila laporan keuangannya digunakan menjadi informasi bagi investor, kreditur, dan publik. Ini berarti, pengguna SAK ETAP adalah entitas bisnis yang ukurannya relatif kecil, dan milik perseorangan, contohnya seperti Usaha Kecil Menengah (UKM), toko-toko berskala kecil, koperasi simpan pinjam, dan lain sebagainnya.

Pertanyaan :  

Laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi.” Pernyataan tersebut merupakan … ?

A. Manfaat laporan keuangan

B. Tujuan laporan keuangan

C. Fungsi laporan keuangan

D. Definisi laporan keuangan

Jawaban : B. tujuan laporan keuangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HMPS Akuntansi Syariah Gelar Pelatihan Menulis Essay dan Seni Presentasi

SAFARI 2025

ACCES 2025